Belajar walaupun terjadi secara bersama-sama dengan siswa lain secara berkelompok di kelas, di ruang laboratorium, atau di kebun sekolah tetap saja merupakan hak secara individual bagi setiap siswa. Boleh jadi mereka belajar secara kelompok kecil dan berdiskusi atau mendengar penjelasan dari guru atau mengamati sesuatu secara langsung maupun visualisasi dari media belajar tetapi yang menentukan terjadi belajar adalah si yang bersangkutan. Apa itu belajar? Belajar merupakan perubahan yang terjadi dalam diri seorang manusia akibat tindakan yang bersangkutan lakukan untuk menguasai sesuatu hal. Misalnya tindakan latihan soal berulang-ulang sampai menguasai seluk beluk dari jenis soal tersebut sehingga saat menyelesaikan ujian si siswa dapat menyelesaikan soal secara gampang dan cepat. Hal ini adalah belajar yang menghasilkan aspek kognisi semata. Latihan soal berulang dapat dilakukan di atas kertas dengan mencoret yang salah dan menggatikan yang benar dapat terjadi karena motivasi yang kuat, tertantang sekaligus tidak bosan.
Belajar dapat pula menghasilkan aspek sikap.Sikap merupakan kecenderungan bertindak. Siswa mengendalikan seluruh persaannya sesuai dengan kondisi saat itu. Latihan menerima pendapat orang lain walaupun tidak sama dengan pemahamannya merupakan hal dari hasil belajar aspek sikap.
Bagaimana dengan aspek psikomotorik yang merupakan keterampilan gerak motorik? Cara belajar juga dapat sama dengan aspek kognitif dan aspek sikap. Latihan berulang-ulang suatu gerakan tertentu akan menghasilkan otomatisasi apabila tingkat kognitif dan sikap sudah dikuasai lebih dahulu. Dalam permainan sepakbola, seorang atlet tidak dapat meliuk-liuk diantara lawannya kalau tidak memiliki tingkat kognisi dan sikap yang tinggi.